Ads 468x60px

Kamis, 20 September 2012

Lima Proses Dalam Membuat Kerajinan Keramik


Kerajinan keramik – keramik merupakan kerajinan tangan yg memerlukan teknik, kreasi dan imajenasi dalam pembuatannya, oleh karena itu tak jarang tuk beberapa kerajinan keramik mempunyai harga yg sangat tinggi, terlebih keramik yg telah berusia ratusan tahun
Cara membuat kerajinan keramik diperlukan beberapa tahapan, dgn proses yg dibutuhkan kesabaran, karena dalam setiap tahapan sangat rentan akan kegagalan.

Berikut ini kami hadirkan beberpa proses dan tahapan cara membuat kerajinan keramik yg kami kutip dari studiokeramik.org [studiokeramik.org/2007/10/membuat-keramik.html].

Tahap pertama pemilihan & Pengolahan bahan
Cara membuat kerajinan keramik dimulai dari pemilihan dan pengolahan bahan, Pengolahan bahan dapat dilakukan dgn metode basah maupun kering, dgn cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yg harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air.


Cara membuat kerajinan keramik keempat adalah tahapan Pembakaran, Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yg rapuh menjadi massa yg padat, keras, dan kuat. Selama pembakaran, badan keramik mengalami beberapa reaksi-reaksi penting, hilang/muncul fase-fase mineral, dan hilang berat (weight loss). Secara umum tahap-tahap pembakaran maupun kondisi api furnace dapat dirinci dalam tabel.

Cara membuat kerajinan keramik kelima adalah tahapan Pengglasiran, Pengglasiran merupakan tahap yg dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir.. Fungsi glasir pada produk keramik adalah tuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.

Banyaknya tahapan dalam cara membuat kerajinan keramik memang diperlukan kesabaran dan keuletan, namun jika kerajinan keramik telah berhasil dibuat, ada kepuasan tersendiri.

PETA


Beberaa ahli mendefinisikan peta dengan berbagai pengertian. Namun, pada hakikatnyasemua mempunyai inti dan maksud yang sama. Beberapa pengertian peta dari para ahli dan instansi diantaranya sebagai berikut:
a.       Menurut nternational Cartographic Association (ICA), peta adalah gambaran         konvensional dan selektif yang diskalakan (diperkecil), biasanya dibuat pada bidang datar    yang meliputi kenampakan-kenampakan di permukaan bumi atau benda-beda angkasa.
b.      Menurut Erwin Raisz (1948), peta adalah gambaran konvensional dari kenampakan muka bumi yang diperkecil seperti kenampakanya kalau dilihat vertical dari atas,dibuat pada bidang datar, dan ditambah tulisan-tulisan sebagai pengenal.
c.       Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosutarnal, 2005), peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambil keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan
       
Peta biasanya dibedakan menjad peta umumdan peta khusus.akan tetapi, menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan (Bakosutarnal), peta dibedakan menjadi peta rupabumi dan peta tematik.
a.          Peta rupabumi adalah peta topografi yang menggambarkan kondisi topografi suatu wilayah.
b.          Peta tematik adalah peta yang menyajikan tema tertentu dan untuk kepentingan tertetu dengan menggunakan peta rupabumi yang disederhanakan sebagai dasar untuk meletakkan informasi tematiknya.

Beberaa ahli mendefinisikan peta dengan berbagai pengertian. Namun, pada hakikatnyasemua mempunyai inti dan maksud yang sama. Beberapa pengertian peta dari para ahli dan instansi diantaranya sebagai berikut:
a.       Menurut nternational Cartographic Association (ICA), peta adalah gambaran         konvensional dan selektif yang diskalakan (diperkecil), biasanya dibuat pada bidang datar    yang meliputi kenampakan-kenampakan di permukaan bumi atau benda-beda angkasa.
b.      Menurut Erwin Raisz (1948), peta adalah gambaran konvensional dari kenampakan muka bumi yang diperkecil seperti kenampakanya kalau dilihat vertical dari atas,dibuat pada bidang datar, dan ditambah tulisan-tulisan sebagai pengenal.
c.       Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosutarnal, 2005), peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber informasi bagi para perencana dan pengambil keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan
       
Peta biasanya dibedakan menjad peta umumdan peta khusus.akan tetapi, menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan (Bakosutarnal), peta dibedakan menjadi peta rupabumi dan peta tematik.
a.          Peta rupabumi adalah peta topografi yang menggambarkan kondisi topografi suatu wilayah.
b.          Peta tematik adalah peta yang menyajikan tema tertentu dan untuk kepentingan tertetu dengan menggunakan peta rupabumi yang disederhanakan sebagai dasar untuk meletakkan informasi tematiknya.

Mengenal Arsitektur "Rumah Bumi" Karya Nobuhiro Tsukada



Arsitek Rumah – Arsitektur rumah sekarang ini sangat lah beragam, ada yang mengusung tema minimalis, tema klasik, tepa artdeco, futuristic dan masih banyak lainnya. Salah satunya adalah arsitektur rumah yang berada di Negeri sakura yang kami kutip dari inhabitat.com, dimana sang arsitek rumah menggabungkan seni arsitektur dengan lingkungan setempat.


Sang arsitek rumah bernama Nobuhiro Tsukada membangun rumah ini dengan mengelilingi sebidang tanah yang dibentuk seperti corong. Tinggi tanah ini dibuat sedemikian rupa hingga setara dengan atap rumah atau mencapai 4,3 meter.

Sang arsitek rumah mendesain halaman dan taman di atap yang bisa ditanam tumbuhan. Dia pun merancang suatu area yang menggabungkan manfaat dari kedua pilihan.



Sang arsitek rumah Tsukada membuat dua beton melengkung menusuk di antara tanah yang subur, dan menghalau sinar matahari ke kamar yang ada di bawahnya.
Karena halaman tengah terhubung langsung ke tanah, pemilik rumah tidak akan mengalami masalah dalam membuang air limpasan. Beton corong di atap rumah akan mengumpulkan air hujan, yang akan mengalir ke bawah dan dijamin tidak akan terbuang.



Cara Belajar Yang Efektif


“Ah malas belajar, nanti acara TV lagi menarik nih…!”, kilah Ani seorang pelajar kelas II, di rumah. Dan masih banyak lagi alasan mengapa malas belajar bagi seorang pelajar, padahal tugas pokok seorang pelajar adalah belajar, maka secara otomatis kewajibannya yaitu belajar.
Belajar yaitu suatu proses berusaha untuk mengetahui, mengerti, menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan dengan cara melihat, mengamati, membaca, mendengar, dan mempraktekan terhadap hal-hal yang ingin dikuasai.
Belajar sebenarnya kebutuhan setiap orang, karena untuk dapat melakukan sesuatu tidak dengan sendirinya langsung dapat mengerjakan, kita harus mempelajari dulu langkah-langkah dari suatu yang akan kita lakukan tersebut, telebih lagi sekarang peradaban manusia sudah semakin maju kita memasuki era komputer dan internet di masa milenium ini, dimana jaringan informasi sekarang tanpa batas dapat menembus keseluruh penjuru dunia, pekembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi sudah sangat maju dan sangat mutakhir, akan tetapi kemajuan tersebut kebanyakan datangnya dari negara maju disana banyak inovasi yang bermanfaat bagi manusia, kita termasuk negara yang tertinggal sangat jauh oleh karena itu untuk mengejar ketinggalan tersebut, kita harus banyak belajar lagi dari negara-negara maju tersebut, jangan kita malah bermalas-malasan tanpa bekeinginan untuk menguasainya.
Kemalasan dalam belajar jelas akan menghambat pengejaran ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara maju, dan ini sangat memprihatinkan jika ada pelajar yang masih suka malas belajar.
Hambatan mengapa seseorang enggan melakukan kegiatan belajar, ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain, yaitu :
1. Keadaan kondisi fisik yang mungkin sedang tidak sehat,
2. Sarana dan prasarana belajar yang kurang memadai atau tidak tersedia seperti tidak punya meja belajar, ruang belajar, buku-buku dan perlengkapan yang dibutuhkan sewaktu belajar,
3. Suasana lingkungan yang tidak mendukung contoh dilingkungan keluarga yang ramai, bising, tidak tentram/harmonis.
4. Kebiasaan jelek yang sering dilakukan antarlain ; selalu menunda pekerjaan/kegiatan, kebisaan tidur terlalu malam, hiburan TV yang berlebihan sehingga lupa waktu.
Dari beberapa hal penyebab malas belajar tadi tentunya akan sangat merugikan bagi diri kita, Sekarang bagaimana mensiasati kemalasan tersebut menjadi suatu dorongan untuk mau belajar?, karena bila kita tidak belajar maka tujuan kita tidak akan tercapai sebagai seorang pelajar, oleh karena itu kemauan untuk belajar harus dikondisikan, sehingga timbul kesadaran untuk belajar baik di rumah ataupun di sekolah.
Sekarang yang menjadi pertanyaan kita semua, yaitu “Bagaimanakah cara belajar yang efektif ?”, nah pertanyaan ini yang harus kita cari jawabannya.
Sebenarnya jika kita kaji, bahwa agar seseorang mau belajar secara efektif, ada beberapa prinsip yang dapat kita jadikan pedoman untuk dilakasanakan, yaitu antara lain :
1. Belajar memerlukan dorongan atau motivasi, ada dua macam dorongan yaitu dorongan dari luar seperti adanya jadwal/time table di rumah, aturan yang ketat dalam kegaitan belajar, peranan orang tua dalam mengawasi anaknya dalam belajar, pengaruh teman, lingkungan masyarakat, dll. Sedang dorongan dari dalam diri sendiri yaitu suatu keinginan yang didasari oleh kesadaran untuk mengetahui, mengerti, menguasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan, berupa keinginan belajar yang dipengaruhi contoh kemauan berusaha untuk mendapat nilai yang baik/rangking, nilai rapot yang baik
2. Belajar memerlukan pemusatan perhatian/konsentrasi tehadap apa yang sedang kita pelajari.
3. Mencari cara termudah untuk memahami sesuatu dengan hapalan, yaitu dengan membuat ringkasan, resume, catatan kecil.
4. Mengulang apa yang telah didapat di sekolah di pelajari lagi sesampainya di rumah.
5. Kita harus yakin apa yang dipelajari akan bermanfaat untuk masa sekarang dan yang akan datang.
6. Belajar jangan terforsir harus diimbangi dengan istirahat sehingga tidak terlalu lelah.
7. Apabila menemui kesulitan maka hendaknya jangan malu bertanya kepada orang yang labih tau yaitu pada guru, teman.
Dari prinsip diatas seandainya di praktekan pasti kemalasan belajar tidak akan terjadi sehingga tujuan pelajar akan tercapai.
Sebenarnya kita kembalikan pada diri kita masing-masing, kemalasan belajar dapat ditekan sampai hilang tergantung pada tingkat kesadaran kita kan manfaatnya orang belajar, semakin banyak yang kita pelajari maka akan semakin luas cara pandang kita terhadap suatu masalah, karena kita akan memiliki referensi sehingga kita tinggal memiliki mana yang paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Kegiatan belajar dapat dilakukan dimana saja yang penting dari hasil kita belajar tadi kita akan bertambah pengetahuannya. Sebagai contoh kegiatan belajar dapat dilaksanakan di sekolah, di rumah, atau belajar kelompok, ada beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman sewaktu belajar, yaitu antara lain :
Belajar di sekolah, di sekolah tempat berinteraksinya antara guru sebagai sumber/pendidik, siswa sebagai pihak yang membutuhkan atau terdidik, dari dua unsur tadi akan terjadi hubungan dalam kegiatan proses belajar mengajar, yaitu guru akan mentransfer ilmu pengetahuannya pada para siswa dengan menggunakan berbagai metode pengajaran agar mudah diterima, siswa yaitu pihak yang membutuhkan tehadap penguasaan ilmu pengetahuan dengan mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru tersebut, disini harus ada proses interaksi yang harmonis sehingga Kegiatan Belajar mengajar dapat berjalan dengan yang kita harapkan.